Jumat, 16 November 2012

KARET

Karet 


Karet adalah Polimer Hidrokarbon yang terkandung pada Lateks beberapa jenis tumbuhan. Sumber utama produksi karet dalam perdagangan internasional adalah Para atau Hevea Brasiliensis (suku Euphorbiaceae). Beberapa tumbuhan lain juga menghasilkan getah lateks dengan sifat yang sedikit berbeda dari karet, seperti anggota suku ara-araan (misalnya beringin), sawo-sawoan (misalnya getah perca dan sawo manila), Euphorbiaceae lainnya, serta dandelion. Pada masa Perang Dunia II, sumber-sumber ini dipakai untuk mengisi kekosongan pasokan karet dari para. Sekarang, getah perca dipakai dalam kedokteran (guttapercha), sedangkan lateks sawo manila biasa dipakai untuk permen karet / chicle. Karet industri sekarang dapat diproduksi secara sintetis dan menjadi saingan dalam industri perkaretan.
Karet adalah polimer dari satuan isoprena (politerpena) yang tersusun dari 5000 hingga 10.000 satuan dalam rantai tanpa cabang. Tiga ikatan pertama bersifat Trans dan selanjutnya Cis. Pada suhu normal, karet tidak berbentuk (amorf). Pada suhu rendah ia akan mengkristal, namun seiring dengan meningkatnya suhu, karet akan mengembang searah dengan sumbu panjangnya. Penurunan suhu akan mengembalikan keadaan mengembangnya. Inilah alasan mengapa karet bersifat elastis.

Pemanenan/Penemuan

Lateks diperoleh dengan melukai kulit batangnya sehingga keluar cairan kental yang kemudian ditampung. Cairan ini keluar akibat tekanan turgor dalam sel yang terbebaskan akibat pelukaan. Aliran berhenti apabila semua isi sel telah "habis" dan luka tertutup oleh lateks yang membeku.
Karet diyakini dinamai oleh Joseph Priestley, yang pada tahun 1770 menemukan bahwa lateks yang telah dikeringkan dapat menghapus tulisan pensil. Ketika karet dibawa ke Inggris, diamati bahwa benda tersebut dapat menghapus tanda pensil di atas kertas. Ini adalah awal penamaan Rubber dalam bahasa Inggris.
Di tempat asalnya, di Amerika Tengah & Amerika Selatan, karet telah dikumpulkan sejak lama. Peradaban Mesoamerika menggunakan karet dari Castilla Elastica. Orang Amerika Tengah kuno menggunakan bola karet dalam permainan mereka. Bahkan menurut Bernal Diaz del Castillo, Conquistador Spanyol sangat kagum terhadap pantulan bola karet orang Aztec dan mengira bahwa bola tersebut dirasuki roh setan.
Di Brazil, penduduk lokal membuat baju tahan air dari karet. Sebuah cerita menyatakan bahwa orang Eropa pertama yang kembali ke Portugal dari Brasil membawa baju anti-air tersebut & hal itu menyebabkan orang-orang Portugal terkejut sehingga ia dibawa ke pengadilan atas tuduhan melakukan ilmu gaib.


Manfaat

Karet adalah bahan utama pembuatan Ban, Alat-alat Kesehatan, Alat-alat yang memerlukan kelenturan dan tahan goncangan. Di beberapa tempat, salah satunya Perkebunan karet di Jember, biji karet bisa dijadikan camilan dengan proses tetentu, rasanya gurih namun jangan berlebihan karena terkadang bisa membuat pusing kepala. (wikipedia.id)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar